Ijinkan Aku Mengenalmu

22 06 2008

Dia: bagian rusuk kiriku yang patah: Tercipta dalam kelembutan namun begitu kokoh: Hadirmu melengkapi kehidupan ini: Meski terkadang hatimu yang lembut tercabik olehku: Namun slalu ada maaf dan senyum untuk ku; Lelaki

kupuAku mengenalmu layaknya rentang hidup sang kupu-kupu.Tak sampai sewindu hidupnya, ia tlah mati dengan membawa madu bersamanya. Aku ingin mengenalmu ibarat kumbang pada bunga, yang mengenalnya bukan pada yang tampak. Tapi apa yang ada didalamnya. Aku bermimpi lebih jauh mengenalmu. Sejauh bintang-bintang yang bertabur pada malam,yang terlihat dekat karna kilaunya. Namun kusadar ia begitu jauh tuk terjangkau.

Kini aku terlanjur sulit mengenalmu. Serumit aksara para ilmuwan tuk di pahami oleh nalar yang tak mampu memecahkan sandinya. Dan aku sadar bahwa aku cukup mengenalmu dari setiap analisis semuku akan setiap kosakata yang senantiasa bersembunyi di balik senyum dan sukamu. Sejak saat itu aku… Baca entri selengkapnya »





Per[t]empu[r]an: takdir

19 06 2008

Perempuan, nalar kelakianku terkadang tak mampu menafsirkan seperti apa hatimu. Aku bingung bermain lakon bersama mu. Kadang aku berpikir, bagaimana seharusnya aku memandangmu. Engkau hadir sebagai sebagian jiwa yang hilang. Datang dari kesendirian yang menawarkan berjuta ketenangan dan ketentraman hidup. Hatimu begitu lembut dan lebih banyak bergelut dengan yang namanya rasa dibanding nalar.

Engkau tercipta dengan ‘istimewa’ dan memancarkan keindahan serapuh kelopak bunga. Itu yang ku ketahui dari indahnya pelangi sore itu di kaki bukit saat pertama ku mengenalmu. Lembut, kesan pertama yang ku tangkap; tak sepertiku.

“Apakah kau mau jadi temanku?” Baca entri selengkapnya »





Per[t]empu[r]an ku

13 06 2008

Cantik !!

Ku akui kamu memang cantik, diciptakan–Nya sebagai perempuan. Namun, kamu terlalu cantik ntuk ku miliki. Aku harus mengalah, karna hati ini tak seberapa. Hatiku masih terlalu fakir untuk menerima mu masuk dan tinggal di dalamnya, walau sejenak. Siapa yang mampu menolak kehadiranmu, perempuan!! Tak ada. Semuanya dengan senyum serta bangga membuka tangan dan hatinya untuk menyambutmu. Hanya saja hingga saat ini aku masih tak mampu memecah nalar, kenapa rumahku yang kau pilih? Baca entri selengkapnya »





Dialog Kamoe & Akoe: Lelaki

9 06 2008

06.31 am I Februari di usianya yang belia

Dimana hari tak pernah sama dan tak pernah terulang

Wa’alaikumsalam, perempuan

Hati yang s’lalu bisa membuatku tersenyum ketika aku bangun dari tidurku. Doa ku, semoga kita masih mampu selangkah lagi berjalan menuju puncak mimpi yang telah kita bangun…

“Terima kasih atas cerita mu, hari ini…”

Entah apa yang harus aku katakan lagi. Kata-kata yang ku punya tak lagi mampu menjawab setiap pertanyaan dalam surat itu. Kini aku menyadari satu hal, bahwa s’lama ini aku melupakan seorang teman yang selalu berdoa untukku. Aku terlalu egois jika memandangmu tak menjadi lebih baik. Kau jauh lebih baik. Lebih dari apa yang aku inginkan, mungkin aku saja yang sulit untuk menerima perubahan itu.

Perempuan…,

Pengaturan ini tak pernah aku tahu sebelumnya dan sama halnya dengan mu aku juga terkadang ragu ”apakah aku bisa menjadi lebih baik untuk mu dan semua orang yang ada disisiku” !!

Baca entri selengkapnya »





Dialog Akoe & Kamoe; Perempuan

8 06 2008

11.46 am I Febuari, baru 3 hari tahun ini

Assalamu’alaikum, pengembaraku

yang hatinya sedang tidak nyaman bersamaku…

Dengan seluruh hati, aku minta maaf padamu untuk itu. Kini aku bingung tentang hadirnya aku untukmu.. tepatkah? Tidak ada yang tahu. Tapi hatimu tahu menjabarkannya. Sebab aku merasa selalu membuatmu tidak bisa nyaman saat bersamaku.

Kemarin kita bertahan dengan ego masing-masing walaupun mencoba menghalangi sejenak. Saat aku letih dan ingin diam, tolong… Jangan berpikir itu hanya karena kau, pengembara. Lihat aku, dan tersenyumlah. Kau pasti akan merasa kalau hatiku berbicara. Kau hanya perlu tinggal dan perlihatkan semangat itu.

“Terlalu egois?”

Iya, kalau aku juga tidak menyadari kalau aku juga tidak melakukannya. Memberimu semangat yang tidak putus, memandang dan tersenyum….

Aku tahu, aku memang bukan yang terbaik dan tidak sempurna. Karna itu aku sadar tentang kekhawatiran  tentang kita. Aku percaya tentang pengaturan-NyA terhadap kita.

“Aku, tidak ada yang lain!”

Cuma ingin menjadi orang baik…Bisakah?

Baca entri selengkapnya »