17 x akoe

13 06 2008

tuts…tuts..tut.tutttt,…,

no answer…no answer…

cuma itu kata yang tertera pada layar phone tua ku, sebanyak 17 kali dan mungkin genap menjadi 20 kali ditambah jawaban yang sama ketika aku menghubungi rumahmu bie

Baca entri selengkapnya »

Iklan




Per[t]empu[r]an ku

13 06 2008

Cantik !!

Ku akui kamu memang cantik, diciptakan–Nya sebagai perempuan. Namun, kamu terlalu cantik ntuk ku miliki. Aku harus mengalah, karna hati ini tak seberapa. Hatiku masih terlalu fakir untuk menerima mu masuk dan tinggal di dalamnya, walau sejenak. Siapa yang mampu menolak kehadiranmu, perempuan!! Tak ada. Semuanya dengan senyum serta bangga membuka tangan dan hatinya untuk menyambutmu. Hanya saja hingga saat ini aku masih tak mampu memecah nalar, kenapa rumahku yang kau pilih? Baca entri selengkapnya »





Dialog Kamoe & Akoe: Lelaki

9 06 2008

06.31 am I Februari di usianya yang belia

Dimana hari tak pernah sama dan tak pernah terulang

Wa’alaikumsalam, perempuan

Hati yang s’lalu bisa membuatku tersenyum ketika aku bangun dari tidurku. Doa ku, semoga kita masih mampu selangkah lagi berjalan menuju puncak mimpi yang telah kita bangun…

“Terima kasih atas cerita mu, hari ini…”

Entah apa yang harus aku katakan lagi. Kata-kata yang ku punya tak lagi mampu menjawab setiap pertanyaan dalam surat itu. Kini aku menyadari satu hal, bahwa s’lama ini aku melupakan seorang teman yang selalu berdoa untukku. Aku terlalu egois jika memandangmu tak menjadi lebih baik. Kau jauh lebih baik. Lebih dari apa yang aku inginkan, mungkin aku saja yang sulit untuk menerima perubahan itu.

Perempuan…,

Pengaturan ini tak pernah aku tahu sebelumnya dan sama halnya dengan mu aku juga terkadang ragu ”apakah aku bisa menjadi lebih baik untuk mu dan semua orang yang ada disisiku” !!

Baca entri selengkapnya »





Dialog Akoe & Kamoe; Perempuan

8 06 2008

11.46 am I Febuari, baru 3 hari tahun ini

Assalamu’alaikum, pengembaraku

yang hatinya sedang tidak nyaman bersamaku…

Dengan seluruh hati, aku minta maaf padamu untuk itu. Kini aku bingung tentang hadirnya aku untukmu.. tepatkah? Tidak ada yang tahu. Tapi hatimu tahu menjabarkannya. Sebab aku merasa selalu membuatmu tidak bisa nyaman saat bersamaku.

Kemarin kita bertahan dengan ego masing-masing walaupun mencoba menghalangi sejenak. Saat aku letih dan ingin diam, tolong… Jangan berpikir itu hanya karena kau, pengembara. Lihat aku, dan tersenyumlah. Kau pasti akan merasa kalau hatiku berbicara. Kau hanya perlu tinggal dan perlihatkan semangat itu.

“Terlalu egois?”

Iya, kalau aku juga tidak menyadari kalau aku juga tidak melakukannya. Memberimu semangat yang tidak putus, memandang dan tersenyum….

Aku tahu, aku memang bukan yang terbaik dan tidak sempurna. Karna itu aku sadar tentang kekhawatiran  tentang kita. Aku percaya tentang pengaturan-NyA terhadap kita.

“Aku, tidak ada yang lain!”

Cuma ingin menjadi orang baik…Bisakah?

Baca entri selengkapnya »





“Pejabat” Melejit, Rakjat Menjerit

5 06 2008

Sudah lebih dari satu pekan ini, sejak keputusan kenaikan harga BBM diumumkan. Rakjat berang, kesal, kecewa, stess, depresi, dan 1001 cara untuk mengekspresikan luapan emosi yang telah terlalu sesak untuk ditahan-tahan. Tentu ada yang pro dan ada pula yang kontra, namun lebih banyak yang kontra sepertinya. Media begitu getir dan saling berlomba-lomba menyiarkan suara-suara serak para elemen masyarakat kecil, golongan yang terbuang di negerinya sendiri. Jujur aku bosan dengan liputan yang setiap hari sama. Mau di kata apalagi, tuntutan pembatalan kebijakan tersebut ibarat kerikil yang jatuh ke kolam, riaknya tidak akan besar dan bertahan lama. Pemerintah dalam hal ini pandai meredam situasi dengan kompensasi-kompensasi yang diberikan.

Namun, justru yang membuat ku semakin sedih dan kesal, ditengah derita yang dialami rakjat kecil, hasil pemerikasaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap harta kekayaan beberapa pejabat negara membuktikan bahwa kekayaan tersebut secara absolut bertambah milyaran rupiah dari hasil pemeriksaan sebelumnya [1]. Bahkan Bapak Kesejahteraan bangsa ini di daulatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dan se-antero asia tenggara dengan harta kekayaan mencapai US$ 9,2 milyar [2]. Aneh negeri ini, negeri ku sendiri dan negeri kita semua. Ada yang kaya, namun banyak sekali yang terlunta. Orang-orang kaya yang buat kebijakan, orang miskin yang terinjak-injak haknya untuk hidup di negerinya sendiri. Sedih, hanya itu yang bisa aku rasakan tanpa bisa berbuat banyak. Karena aku hanyalah anak kecil yang dipundakku sudah ditaruh beban hutang Ibuku akibat ulah anak-anaknya yang “Pembohong, Penjudi, Pemabok, Pemerkosa, dan Pecundang” di tanah kelahirannya sendiri.

Sungguh jika benar bahwasanya para “Pelayan” masyarakat itu lebih kaya dari tuannya sendiri tidaklah mengapa, andaikata seluruh “Pelayan” mau menyisihkan 2,5% saja dari harta mereka untuk Ibunya yang sudah hampir telanjang karena baju yang dikenakannya telah robek di sana-sini dan “Tuan” yang mereka layani tak lagi sanggup berpikir cerdas karena perut kelaparan dan sakit-sakitan, maka mereka adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Tuhan semesta alam. Namun, ini hanya perandaian saja…

Semoga mereka masih merasa punya Tuhan dan masih sadar akan kewajiban dan hak mereka terhadap harta kekayaan yang mereka miliki…





BBM “Buru-Buru Mengantri”

23 05 2008

Ehmm…sebenarnya ini budaya bangsa yang patut dibiasakan di kalangan masyarakat negeri ini, tapi yang dimaksud di sini bukan itu.

Fenomena ini, jauh-jauh hari sebelum malam ini diumumkannya keputusan pemerintah tentang kenaikan harga BBM, di beberapa kota di negeri ini SPBU berubah menjadi tempat yang paling ramai diminati. Entah itu cuacanya sedang gerah-gerahnya bahkan kalo hujan sekalipun tetap aja orang-orang ini ga akan ngasih antrian buat yang lain. Ga peduli, siapa pun orangnya…mau naek mobil mewah, taxi, angkutan umum, mobil odong-odong, sampe motor butut pun bersedia ngatri berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Sebagian SPBU kewalahan melayani antrian panjang ini, ada juga yang tutup karena kehabisan stock BBM. Padahal suplai dari pihak pertamina tidak berkurang. apakah terjadi peningkatan jumlah kendaraan dalam waktu singkat atau mungkin ada indikasi penimbunan minyak besar-besaran? (ehhmmm…ini hanya bisa dilakukan oleh yang punya akses dan duit banyak)

BBM menjadi Langka, implikasinya harga kebutuhan pokok meningkat dan semuanya begitu memberatkan bagi masyarakat menengah ke bawah. BLT yang diberikan sebesar 100.000 per keluarga selama satu bulan sangat tidak manusiawi, tidak akan bisa mencukupi buat membeli makan 1 minggu. Trus 3 minggunya puasa.

Akhir dari segala puncak “BBM” ini adalah hari ini hingga pukul 00:00 besok pagi…
lucunya mungkin banyak para pengendara mobil atau motor yang akan pulang mendorong kendaraannya
karena antrian terlalu panjang dan bahan bakar kendaraan tidak mencukupi untuk pulang ke rumah.
kasihan…

ini ulah pemerintah yang tidak mensikapi dilema ini dengan baik dan ulah oknum2 tertentu yang memanfaatkan kondisi ini untuk memperoleh keuntungan pribadi semata…

Menyedihkan!!!





BBM Akhirnya Naik 28,7%

23 05 2008

Akhirnya datang juga yang ditunggu-tunggu…

23/05/08
21:30 WIB
Pemerintah yang diwakili 10 Menteri negara mengumumkan kenaikan harga BBM dengan mengadakan konferensi pers kepada media massa di DepKeu RI. Pembacaan keputusan kenaikan BBM dibacakan oleh Menteri ESDM Bapak Purnomo Yusgiantoro. Penetapan harga baru BBM berlaku mulai pukul 00:00 tanggal 24 Mei 2008, dengan rincian sebagai berikut:

Besin Premium Rp.6000,-/liter
Solar Rp.5500,-/liter
Minyak Tanah Rp.2500,-/liter

Suasana :
Baik-baik saja tidak terlihat bersalah dan memang mereka pandai bersilat lidah

Fakta :
Dengan dinaikannya harga BBM (baik dunia maupun lokal), pemerintah memperoleh “rejeki nomplok” sebesar 41 M, namun subsidi yang diberikan hanya sebesar 9 M. Ini dikemukan langsung oleh MenKeu dalam konferensi tersebut.

Alasan utama kenaikan BBM adalah untuk mengurangi beban defisit APBN, gara-gara mensubsidi BBM. Padahal dalam nota anggaran keuangan negara di awal tahun menyebutkan bahwa “setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar 1 USD, maka negara untung 50 M” (gitu si kata orang2 parlemen), jadi secara finansial tidak ada alasan yang kuat untuk menaikan BBM.

Sebelum malam ini, ada 4 opsi pemerintah untuk menyikapi naiknya harga minya dunia…tapi alih2 mengkaji mana yang terbaik jadi bikin pusing, ya udah ambil langkah praktis aja…naikkan harga!!

Pertanyaan :
Kenapa bukan Bapak Presiden kita saja yang menyampaikan keputusan ini? emang susah ya apa malu karena melanggar janji sendiri? ga tau juga tu..lagi tidur kali

Kenapa tidak dijelaskan secara sederhana kemana selisih uang penerimaan dan subsidi itu di alokasikan?
Apakah ini adalah kenaikan harga yang terakhir atau ada lagi di tahun2 berikutnya? wah jadi berpikir yang ngga2

Apakah program-program kompensasi yang dilakukan cukup efektif bagi rakjat miskin dan menengah ke bawah? atau itu hanya indah saat diucapkan saja…
udah akh ga ngerti…

Tapi apa yang mau dikatakan…
Kita protes baik-baik ga digubris…
Kita protes yang anarkis juga ga boleh…
Kita protes ga makan juga ga dipedulikan…

Trus, gimana lagi caranya?