Akut..

27 06 2008

Bingung, mungkin itu kata yang paling tepat saat ini yang mencitrakan kondisi ku sekarang…

Bukan bingung soal skripsi yang ga kelar-kelar atau pun uang spp semester depan belum ada. tapi aku bingung setelah amanah di kampus rakjat ini berakhir, terus aku harus melangkah kemana lagi? apalagi jika harus bermental idealis untuk berprofesi di bidangnya, mungkin 1001 batu loncatan dahulu baru bisa menapaki jalan yang diingini dengan nyaman. Aku telah jatuh cinta dengan aroma basah embun pagi yang menyeka kantuk ku di sejuknya udara segar di alam liar. Aku juga tak bisa berpaling dari suara riuh rendahnya aluna gita burung-burung di balik semak dan dedaunan. Lantas, kemana aku meski mencari mereka yang kini ku tak tahu rimbanya. Itu ku rasakan 20 tahun silam, dan kini cinta itu masih ku benamkan dalam-dalam di palung hati, bahwa suatu saat aku akan meminangnya menjadi bagian dari hidupku..

Aku bingung… Baca entri selengkapnya »





“Pejabat” Melejit, Rakjat Menjerit

5 06 2008

Sudah lebih dari satu pekan ini, sejak keputusan kenaikan harga BBM diumumkan. Rakjat berang, kesal, kecewa, stess, depresi, dan 1001 cara untuk mengekspresikan luapan emosi yang telah terlalu sesak untuk ditahan-tahan. Tentu ada yang pro dan ada pula yang kontra, namun lebih banyak yang kontra sepertinya. Media begitu getir dan saling berlomba-lomba menyiarkan suara-suara serak para elemen masyarakat kecil, golongan yang terbuang di negerinya sendiri. Jujur aku bosan dengan liputan yang setiap hari sama. Mau di kata apalagi, tuntutan pembatalan kebijakan tersebut ibarat kerikil yang jatuh ke kolam, riaknya tidak akan besar dan bertahan lama. Pemerintah dalam hal ini pandai meredam situasi dengan kompensasi-kompensasi yang diberikan.

Namun, justru yang membuat ku semakin sedih dan kesal, ditengah derita yang dialami rakjat kecil, hasil pemerikasaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap harta kekayaan beberapa pejabat negara membuktikan bahwa kekayaan tersebut secara absolut bertambah milyaran rupiah dari hasil pemeriksaan sebelumnya [1]. Bahkan Bapak Kesejahteraan bangsa ini di daulatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dan se-antero asia tenggara dengan harta kekayaan mencapai US$ 9,2 milyar [2]. Aneh negeri ini, negeri ku sendiri dan negeri kita semua. Ada yang kaya, namun banyak sekali yang terlunta. Orang-orang kaya yang buat kebijakan, orang miskin yang terinjak-injak haknya untuk hidup di negerinya sendiri. Sedih, hanya itu yang bisa aku rasakan tanpa bisa berbuat banyak. Karena aku hanyalah anak kecil yang dipundakku sudah ditaruh beban hutang Ibuku akibat ulah anak-anaknya yang “Pembohong, Penjudi, Pemabok, Pemerkosa, dan Pecundang” di tanah kelahirannya sendiri.

Sungguh jika benar bahwasanya para “Pelayan” masyarakat itu lebih kaya dari tuannya sendiri tidaklah mengapa, andaikata seluruh “Pelayan” mau menyisihkan 2,5% saja dari harta mereka untuk Ibunya yang sudah hampir telanjang karena baju yang dikenakannya telah robek di sana-sini dan “Tuan” yang mereka layani tak lagi sanggup berpikir cerdas karena perut kelaparan dan sakit-sakitan, maka mereka adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Tuhan semesta alam. Namun, ini hanya perandaian saja…

Semoga mereka masih merasa punya Tuhan dan masih sadar akan kewajiban dan hak mereka terhadap harta kekayaan yang mereka miliki…





BBM “Buru-Buru Mengantri”

23 05 2008

Ehmm…sebenarnya ini budaya bangsa yang patut dibiasakan di kalangan masyarakat negeri ini, tapi yang dimaksud di sini bukan itu.

Fenomena ini, jauh-jauh hari sebelum malam ini diumumkannya keputusan pemerintah tentang kenaikan harga BBM, di beberapa kota di negeri ini SPBU berubah menjadi tempat yang paling ramai diminati. Entah itu cuacanya sedang gerah-gerahnya bahkan kalo hujan sekalipun tetap aja orang-orang ini ga akan ngasih antrian buat yang lain. Ga peduli, siapa pun orangnya…mau naek mobil mewah, taxi, angkutan umum, mobil odong-odong, sampe motor butut pun bersedia ngatri berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Sebagian SPBU kewalahan melayani antrian panjang ini, ada juga yang tutup karena kehabisan stock BBM. Padahal suplai dari pihak pertamina tidak berkurang. apakah terjadi peningkatan jumlah kendaraan dalam waktu singkat atau mungkin ada indikasi penimbunan minyak besar-besaran? (ehhmmm…ini hanya bisa dilakukan oleh yang punya akses dan duit banyak)

BBM menjadi Langka, implikasinya harga kebutuhan pokok meningkat dan semuanya begitu memberatkan bagi masyarakat menengah ke bawah. BLT yang diberikan sebesar 100.000 per keluarga selama satu bulan sangat tidak manusiawi, tidak akan bisa mencukupi buat membeli makan 1 minggu. Trus 3 minggunya puasa.

Akhir dari segala puncak “BBM” ini adalah hari ini hingga pukul 00:00 besok pagi…
lucunya mungkin banyak para pengendara mobil atau motor yang akan pulang mendorong kendaraannya
karena antrian terlalu panjang dan bahan bakar kendaraan tidak mencukupi untuk pulang ke rumah.
kasihan…

ini ulah pemerintah yang tidak mensikapi dilema ini dengan baik dan ulah oknum2 tertentu yang memanfaatkan kondisi ini untuk memperoleh keuntungan pribadi semata…

Menyedihkan!!!





101 Hari Kebangkitan Nasional

21 05 2008

21 Mei 2008…
Hari ini memutar balik arah jarum waktunya ke satu dasa warsa lalu
Tragedi 3 hari yang mengoyak keperawanan orde baru
Sehingga meneteskan darah dan luka yang begitu dalam di benak
Mereka yang alfa dan tuli tentang sebuah jargon bernama “reformasi”

Namun, semua telah terjadi tapi tak akan pernah usai
karena benih reformasi yang terkandung dalam rahim para pewaris negeri
belum bisa diterima oleh lingkungan birokrasi
yang seolah-olah menyokong namun di sela waktu berpikir picik untuk menggugurkannya
Baca entri selengkapnya »





Aku; cuma menunggu

23 01 2008

2.30 pm..

Hari ini, putaran waktuku agak sedikit kacau. Bayangkan saja, setengah hari ini ku habiskan hanya untuk terbuai di dunia lain, yang bernama tidur…
Sejak semalam mata ini menahan lelah, karena tugas akhir yang meminta ku untuk segera di selesaikan.

Aku bangun mendekati angka 11 siang, berantakan semua jadwalku pagi ini. Sudahlah ku pikir, tak ada gunanya menyesal. semua telah berlalu…

Bergegasku ke lantai 1 untuk mereguk nikmatnya kesegaran segayung air meski sudah sangat terlambat. Biarlah ku pikir, setidaknya aku masih jauh lebih beruntung jika boleh dibandingkan dengan saudara-saudaraku di negeri timur sana, sangat kekurangan air.

Hasrat ku selepas matahari bergeser sedikit ke arah barat, aku harus menebus salah yang ku perbuat pagi ini, aku harus menemui beliau untuk meminta maaf atas ketidakhadiran ku tadi pagi…

Baca entri selengkapnya »