Psycho..

27 07 2008

Oh my God, please…jangan kau sakiti aku!! Aku mohon dengan kemurahan hatimu yang tersisa, biarkan aku bebas dan terbang menjejali mimpi-mimpi yang ku rengkuh di antara perut dan leherku. Ku mohon dengan sangat, jangan kau perlakukan aku seperti ini. Cukup…cukup!!! Sudah ku katakan berkali-kali dengan mu sambil mengemis selirik perhatianmu padaku. Tapi apa yang kau beri? Kau jagal aku dengan sadis tanpa belas kasihan sedikitpun, jangan kan merasa bersalah, kau justru seolah menikmati satu per satu bagian tubuh ini kau babat dengan brutalnya. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Akut..

27 06 2008

Bingung, mungkin itu kata yang paling tepat saat ini yang mencitrakan kondisi ku sekarang…

Bukan bingung soal skripsi yang ga kelar-kelar atau pun uang spp semester depan belum ada. tapi aku bingung setelah amanah di kampus rakjat ini berakhir, terus aku harus melangkah kemana lagi? apalagi jika harus bermental idealis untuk berprofesi di bidangnya, mungkin 1001 batu loncatan dahulu baru bisa menapaki jalan yang diingini dengan nyaman. Aku telah jatuh cinta dengan aroma basah embun pagi yang menyeka kantuk ku di sejuknya udara segar di alam liar. Aku juga tak bisa berpaling dari suara riuh rendahnya aluna gita burung-burung di balik semak dan dedaunan. Lantas, kemana aku meski mencari mereka yang kini ku tak tahu rimbanya. Itu ku rasakan 20 tahun silam, dan kini cinta itu masih ku benamkan dalam-dalam di palung hati, bahwa suatu saat aku akan meminangnya menjadi bagian dari hidupku..

Aku bingung… Baca entri selengkapnya »





“Pejabat” Melejit, Rakjat Menjerit

5 06 2008

Sudah lebih dari satu pekan ini, sejak keputusan kenaikan harga BBM diumumkan. Rakjat berang, kesal, kecewa, stess, depresi, dan 1001 cara untuk mengekspresikan luapan emosi yang telah terlalu sesak untuk ditahan-tahan. Tentu ada yang pro dan ada pula yang kontra, namun lebih banyak yang kontra sepertinya. Media begitu getir dan saling berlomba-lomba menyiarkan suara-suara serak para elemen masyarakat kecil, golongan yang terbuang di negerinya sendiri. Jujur aku bosan dengan liputan yang setiap hari sama. Mau di kata apalagi, tuntutan pembatalan kebijakan tersebut ibarat kerikil yang jatuh ke kolam, riaknya tidak akan besar dan bertahan lama. Pemerintah dalam hal ini pandai meredam situasi dengan kompensasi-kompensasi yang diberikan.

Namun, justru yang membuat ku semakin sedih dan kesal, ditengah derita yang dialami rakjat kecil, hasil pemerikasaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap harta kekayaan beberapa pejabat negara membuktikan bahwa kekayaan tersebut secara absolut bertambah milyaran rupiah dari hasil pemeriksaan sebelumnya [1]. Bahkan Bapak Kesejahteraan bangsa ini di daulatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dan se-antero asia tenggara dengan harta kekayaan mencapai US$ 9,2 milyar [2]. Aneh negeri ini, negeri ku sendiri dan negeri kita semua. Ada yang kaya, namun banyak sekali yang terlunta. Orang-orang kaya yang buat kebijakan, orang miskin yang terinjak-injak haknya untuk hidup di negerinya sendiri. Sedih, hanya itu yang bisa aku rasakan tanpa bisa berbuat banyak. Karena aku hanyalah anak kecil yang dipundakku sudah ditaruh beban hutang Ibuku akibat ulah anak-anaknya yang “Pembohong, Penjudi, Pemabok, Pemerkosa, dan Pecundang” di tanah kelahirannya sendiri.

Sungguh jika benar bahwasanya para “Pelayan” masyarakat itu lebih kaya dari tuannya sendiri tidaklah mengapa, andaikata seluruh “Pelayan” mau menyisihkan 2,5% saja dari harta mereka untuk Ibunya yang sudah hampir telanjang karena baju yang dikenakannya telah robek di sana-sini dan “Tuan” yang mereka layani tak lagi sanggup berpikir cerdas karena perut kelaparan dan sakit-sakitan, maka mereka adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Tuhan semesta alam. Namun, ini hanya perandaian saja…

Semoga mereka masih merasa punya Tuhan dan masih sadar akan kewajiban dan hak mereka terhadap harta kekayaan yang mereka miliki…





BBM “Buru-Buru Mengantri”

23 05 2008

Ehmm…sebenarnya ini budaya bangsa yang patut dibiasakan di kalangan masyarakat negeri ini, tapi yang dimaksud di sini bukan itu.

Fenomena ini, jauh-jauh hari sebelum malam ini diumumkannya keputusan pemerintah tentang kenaikan harga BBM, di beberapa kota di negeri ini SPBU berubah menjadi tempat yang paling ramai diminati. Entah itu cuacanya sedang gerah-gerahnya bahkan kalo hujan sekalipun tetap aja orang-orang ini ga akan ngasih antrian buat yang lain. Ga peduli, siapa pun orangnya…mau naek mobil mewah, taxi, angkutan umum, mobil odong-odong, sampe motor butut pun bersedia ngatri berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Sebagian SPBU kewalahan melayani antrian panjang ini, ada juga yang tutup karena kehabisan stock BBM. Padahal suplai dari pihak pertamina tidak berkurang. apakah terjadi peningkatan jumlah kendaraan dalam waktu singkat atau mungkin ada indikasi penimbunan minyak besar-besaran? (ehhmmm…ini hanya bisa dilakukan oleh yang punya akses dan duit banyak)

BBM menjadi Langka, implikasinya harga kebutuhan pokok meningkat dan semuanya begitu memberatkan bagi masyarakat menengah ke bawah. BLT yang diberikan sebesar 100.000 per keluarga selama satu bulan sangat tidak manusiawi, tidak akan bisa mencukupi buat membeli makan 1 minggu. Trus 3 minggunya puasa.

Akhir dari segala puncak “BBM” ini adalah hari ini hingga pukul 00:00 besok pagi…
lucunya mungkin banyak para pengendara mobil atau motor yang akan pulang mendorong kendaraannya
karena antrian terlalu panjang dan bahan bakar kendaraan tidak mencukupi untuk pulang ke rumah.
kasihan…

ini ulah pemerintah yang tidak mensikapi dilema ini dengan baik dan ulah oknum2 tertentu yang memanfaatkan kondisi ini untuk memperoleh keuntungan pribadi semata…

Menyedihkan!!!





BBM Akhirnya Naik 28,7%

23 05 2008

Akhirnya datang juga yang ditunggu-tunggu…

23/05/08
21:30 WIB
Pemerintah yang diwakili 10 Menteri negara mengumumkan kenaikan harga BBM dengan mengadakan konferensi pers kepada media massa di DepKeu RI. Pembacaan keputusan kenaikan BBM dibacakan oleh Menteri ESDM Bapak Purnomo Yusgiantoro. Penetapan harga baru BBM berlaku mulai pukul 00:00 tanggal 24 Mei 2008, dengan rincian sebagai berikut:

Besin Premium Rp.6000,-/liter
Solar Rp.5500,-/liter
Minyak Tanah Rp.2500,-/liter

Suasana :
Baik-baik saja tidak terlihat bersalah dan memang mereka pandai bersilat lidah

Fakta :
Dengan dinaikannya harga BBM (baik dunia maupun lokal), pemerintah memperoleh “rejeki nomplok” sebesar 41 M, namun subsidi yang diberikan hanya sebesar 9 M. Ini dikemukan langsung oleh MenKeu dalam konferensi tersebut.

Alasan utama kenaikan BBM adalah untuk mengurangi beban defisit APBN, gara-gara mensubsidi BBM. Padahal dalam nota anggaran keuangan negara di awal tahun menyebutkan bahwa “setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar 1 USD, maka negara untung 50 M” (gitu si kata orang2 parlemen), jadi secara finansial tidak ada alasan yang kuat untuk menaikan BBM.

Sebelum malam ini, ada 4 opsi pemerintah untuk menyikapi naiknya harga minya dunia…tapi alih2 mengkaji mana yang terbaik jadi bikin pusing, ya udah ambil langkah praktis aja…naikkan harga!!

Pertanyaan :
Kenapa bukan Bapak Presiden kita saja yang menyampaikan keputusan ini? emang susah ya apa malu karena melanggar janji sendiri? ga tau juga tu..lagi tidur kali

Kenapa tidak dijelaskan secara sederhana kemana selisih uang penerimaan dan subsidi itu di alokasikan?
Apakah ini adalah kenaikan harga yang terakhir atau ada lagi di tahun2 berikutnya? wah jadi berpikir yang ngga2

Apakah program-program kompensasi yang dilakukan cukup efektif bagi rakjat miskin dan menengah ke bawah? atau itu hanya indah saat diucapkan saja…
udah akh ga ngerti…

Tapi apa yang mau dikatakan…
Kita protes baik-baik ga digubris…
Kita protes yang anarkis juga ga boleh…
Kita protes ga makan juga ga dipedulikan…

Trus, gimana lagi caranya?





101 Hari Kebangkitan Nasional

21 05 2008

21 Mei 2008…
Hari ini memutar balik arah jarum waktunya ke satu dasa warsa lalu
Tragedi 3 hari yang mengoyak keperawanan orde baru
Sehingga meneteskan darah dan luka yang begitu dalam di benak
Mereka yang alfa dan tuli tentang sebuah jargon bernama “reformasi”

Namun, semua telah terjadi tapi tak akan pernah usai
karena benih reformasi yang terkandung dalam rahim para pewaris negeri
belum bisa diterima oleh lingkungan birokrasi
yang seolah-olah menyokong namun di sela waktu berpikir picik untuk menggugurkannya
Baca entri selengkapnya »





Bangkit itu..

21 05 2008

Bangkit itu Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Mencuri
Mencuri perhatian dunia
dengan segala prestasi bangsa

Bangkit itu Marah
Marah ketika martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu Takut
Takut korupsi
Takut memakan hak yang bukan miliknya

Bangkit itu Malu
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu Aku
Untukmu bangsaku

Disunting dari kata-kata Bang Deddy Mizwar I
Menghayati 1 abad Kebangkitan Nasional