Cintaku: Hanya berani mengintip saja

30 04 2008

Kini,
Dapat kurasakan secercah kehangatan
Dalam roh angin dan aku memerlukannya
Dimana hajat sampai ke alam fikiran
Berefleksi pada kehidupan maya

Cintaku dibalik tirai kata…
Mampukah engkau bicarakan semua asaku padanya
Ataukah engkau ‘kan mati tak bermakna nan kaku
Pertanyaan itu terus dan terus menghujam
Bak bertekad bongkarkan kebungkamanku
Mendobrak tirai tirani
Tuk tempuhi ujung terang
Dengan menguak keingintahuan yang lebih tentang dirimu

Feb 1 th ’02 I Kumpulan sajak Aku: Sang Penyair





Sunyi: Tema pagi ini

30 04 2008

Dikeremangan mentari pagi yang bertemakan sunyi,
Terdengar olehku syahdunya kata dari seorang yang namanya tak pernah ada dalam file memori ku. Kata yang terucap dari singgasana lara yang mulai dibangun dalam perhatian dan senyum.
Sejenak ku terpaku pada cahaya bulan yang menyapaku dengan panggilan lirih dan sebuah senyuman yang senantiasa mengganggu tidurku.

Begitu tulus,begitu indah hingga aku pun tertegun dan rasa itu, rasa yang tak pernah ku rasa menguap serta membisikan satu kata untuknya.Waktu berlalu tanpa jeda.
Tapi mengapa hati ini tak mau terluka malah memintaku untuk menyapa sebuah hati dengan kata yang orang bilang itu ‘cinta’

Agustus 01/januari 02 I Kumpulan sajak Aku: Sang Penyair