Dia: Diam

22 06 2008

diam

Dia yang terdiam, hanya aku yang tahu kapan harus berakhir. Entah apa yang ingin ku sangkal antara “cinta” dan persahabatan. Dia yang terdiam, kemarin sempat tersenyum pada malam. Sebuah senyum yang penuh ketulusan nan lembut; hangat selayak senja yang bersahaja di kala petang.

Dia yang terdiam, membuat ku semakin paham akan dirinya. Sebuah hati yang terbentuk sangat indah oleh setiap penjelmaan kebaikan hidup. Dia yang terdiam; dalamnya tak terselam yang membuatku semakin tenggelam di dasar yang terdalam. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Per[t]empu[r]an ku

13 06 2008

Cantik !!

Ku akui kamu memang cantik, diciptakan–Nya sebagai perempuan. Namun, kamu terlalu cantik ntuk ku miliki. Aku harus mengalah, karna hati ini tak seberapa. Hatiku masih terlalu fakir untuk menerima mu masuk dan tinggal di dalamnya, walau sejenak. Siapa yang mampu menolak kehadiranmu, perempuan!! Tak ada. Semuanya dengan senyum serta bangga membuka tangan dan hatinya untuk menyambutmu. Hanya saja hingga saat ini aku masih tak mampu memecah nalar, kenapa rumahku yang kau pilih? Baca entri selengkapnya »





Hati

27 02 2008

Lembut…pastinya-

Setengah hatiku untukmu dan setengahnya lagi untuk ku
Keduanya ku rangkul dalam ikatan hati untuk melengkapi
Cintaku pada-Nya
Cukup hanya itu yang ku tahu
Hanya saja saat ini, belum cukup ku buat dirimu yakin akan
Hatiku





aKU ; AbukU gagu

2 01 2008

Tunggu abuku; sebentar

ia akan segera sampai

Ia pergi bersama angin senja kelabu; kemarin sore

Membawa surat dari jiwa yang gagu

Kataku sedang mengasihi diriku yang ‘gagu’; saat ini

Ia coba tuk membantu tapi…

siapa yang peduli?





Sekarang hanya sepi

2 01 2008

Sepi sama saja ‘mati’

                     Mati berarti ‘sepi’ ; sendiri

                             Sekarang hanya ada ‘sepi’ & ‘mati’

Sendiri…iya cuma sendiri





Aku; Segera Mati

2 01 2008

Januari di usia 21; tahun lalu

Untuk seorang sahabat,
yang pernah menangis untuk ku dalam setiap angan dan mimpinya…

“Maafkan aku! Aku akan segera mati”

Itu yang ku tangkap dari angin senja yang berhembus hari ini
Aroma getir kematian membuat urat nadiku berhenti berdenyut; sesaat
Mampu menghilangkan nafasku yang sisa separuh di paru
Membuat tubuhku menggigil di sela-sela pijar mentari
Membuat lidah tak lagi mampu berucap indah
Apalagi untuk bertutur maaf padamu

Baca entri selengkapnya »





AKU; tanyakan pada dirimu

2 01 2008

“Bila langit dikatakan tak mendengar
  bagaimana bisa bumipun berbicara
  semua ada karna memang pernah ada
  ada jauh sebelum kamu berada"
  
  AKU...
  siapa AKU?
  adakah yang mengenal-Ku
  yang mengetahui rupa dan garis karakter Ku
  
  Kapan AKU akan menjadi kamu
  hanya AKU yang tahu kapan dan dimana
  tetapi kamu tak kan sanggup menjadi AKU
  Hingga semua menjadi tiada
  
  Ketika langit pensiun dan rehat sebentar
  bumipun berpijak dan bergeser
  menjabat semua benda langit
  hingga kembali pada yang tiada