Akut..

27 06 2008

Bingung, mungkin itu kata yang paling tepat saat ini yang mencitrakan kondisi ku sekarang…

Bukan bingung soal skripsi yang ga kelar-kelar atau pun uang spp semester depan belum ada. tapi aku bingung setelah amanah di kampus rakjat ini berakhir, terus aku harus melangkah kemana lagi? apalagi jika harus bermental idealis untuk berprofesi di bidangnya, mungkin 1001 batu loncatan dahulu baru bisa menapaki jalan yang diingini dengan nyaman. Aku telah jatuh cinta dengan aroma basah embun pagi yang menyeka kantuk ku di sejuknya udara segar di alam liar. Aku juga tak bisa berpaling dari suara riuh rendahnya aluna gita burung-burung di balik semak dan dedaunan. Lantas, kemana aku meski mencari mereka yang kini ku tak tahu rimbanya. Itu ku rasakan 20 tahun silam, dan kini cinta itu masih ku benamkan dalam-dalam di palung hati, bahwa suatu saat aku akan meminangnya menjadi bagian dari hidupku..

Aku bingung…

Sementara aku berkecukupan, anak-anak kecil disekitar ku berlarian sembari meminta belas ribuan uang yang mereka makan untuk hidup. Setiap kali, mata ini terlelap diantara tempat duduk yang sangat tidak nyaman, hanya menyisakan beberapa senti saja untuk bokong berehat ria, lagi-lagi suara serak yang entah telah berapa kali dikoar-koarkan untuk koin-koin sisa belanja senantiasa membuatnya terbelalak kembali.

Aku bingung…

Aku punya hak untuk hidup sehat, akan tetapi setiap kali menyusuri jalanan yang tak seberapa jauh, dada ini sesak seolah tersekat-sekat oleh dinding maya yang terbuat dari rantai karbon dan dwi oksigen. Hemoglobin memberontak mempertahankan keperawanannya dari cengkraman tangan polutan jahat. Aku pun terseok-seok karenanya. Anehnya, berjuta orang seakan bermesraan dengan kondisi ini, apa mereka sudah pada sakit ya…?

Aku bingung…

Tidak cuma tentang masa depan ku, tapi juga negeri Zamrud Khatulistiwa ini… memolesnya kembali berkilau tak bisa hanya tanganku sendiri, dan tak mungkin sekejap mata. Orang-orang superkaya tiap tahun semakin bertambah secara hukum relatif, begitu pula dengan para-para pewaris kemiskinan. Bedanya cuma pada penggunaan teori dan variabel waktu, yang bersifat absolut dan dalam hitungan hari. Perlahan-lahan, para lintah mulai semakin gemuk, mengisap nadir Ibunya sendiri. Dan sebagian lagi hanya mampu menjadi penonton dan pecundang melihat Ibunya diperkosa secara sadis.

Akut..

Sudah separah itukah? kondisi ku saat ini. Sungguh akupun tak mengetahuinya sejauh itu, pikirku jika aku kaya maka keluargaku tak lagi sulit untuk mengais dan mengukit nasib di atas batu, cukup ambil pena dan kertas kemudian “Cotcha…” ini jadi milik mu. Miris memang jika melihat kondisi ini, lantas apa yang bisa ku perbuat ketika akut ku semakin tak menentu?

Akut…tinggal menunggu mati;

Nada pesimistik yang berkorelasi nyata dengan kesadaran nurani yang menuju jalan kematiannya. Hanya Tuhan yang Maha Pemurah saja lah yang mampu memutar balikan kondisi ini. Seabad sudah, akut itu dipelihara dan dibesarkan secara turun temurun dari generasi ke generasi dengan membawa satu dokrin, bahwa hidup hanya sekali, maka jadi tenarlah supaya ego dan nafsu mu terlampiaskan. Peduli amat dengan mahluk-mahluk lain, maka jadilah ia akut yang sekarang…

Akut…Ku tak takut

Selama tangan ini masih bisa memberi, hati ini masih bisa bercahaya, bibir ini masih mampu tersimpul senyum, dan jiwa ini masih melekat pada kulit dan tulang, maka ku tak takut pada akut. Aku adalah perubah bagi ku dan negeriku, hingga akut itu membunuhku dalam kesadisan retorika para pewaris negeri yang tak kunjung puas merobek keperawanan Ibundanya sendiri..

Akut…tunggu aku!!

Iklan

Aksi

Information

7 responses

29 06 2008
annaphalisjavanica

MasFei,,,,, SEMANGAT!!!!

30 06 2008
galigongli

@De Indah: SemAngaTh juGa!!! Doakan daku Yah

9 07 2008
ghaniarasyid™

semangat bro…
makanya, sebelum kuliah juga harus punya gambaran…
mau nglanjutin kuliah ato langsung kerja.

Kan bisa cari pengalaman dulu, ikutan proyek dosen dll 🙂

– – –
Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…

@ ghani: makasih… tentunya semua sudah dipikirkan sebelumnya, soal pengalaman kerja juga sudah saya lakukan semenjak semester 3 sebagai volunteer. yang pasti kegelisahan saya adalah saya masih belum bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi mereka (anak-anak jalanan- red.), lingkungan dan orang tua saya. tentunya saya akan terus berusaha untuk itu…
Semangat ya magangnya!!!

26 07 2008
weibullgamma

Iya mas…saya juga jaDI bertanya2 lagi , apa yang sudah saya lakukan untuk mereka…saya jadi malu mengingat betapa kecilnya kontribusi yang sudah saya berikan untuk mereka…semoga ini menjadi PR yang bisa kita selesaikan bersama…nice blog…

27 07 2008
Ayyasy

@gamma: makasih kang atas kunjungannya! suatu kehormatan bagi saya untuk dapat berbagi cerita dan pengalaman dengan akang. Amanah itu jadi tugas kita bersama kang…tetap semangat!!

14 11 2008
Rudi Juan Carlos

Yang saya Tahu Saya berada di sini untuk mereka yang juga ada. Lalu untuk apa /siapa mereka da di sini ?? Ohh, itu saya tidak tahu..
berjuang teruss,sampai Bebas Merdeka..

5 03 2014
Baju Pesta Anak

Ingat Tuhan mas, masih bnayak yg bis akamu lakukan di dunia ini yang pasti yang positif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: