Per[t]empu[r]an: takdir

19 06 2008

Perempuan, nalar kelakianku terkadang tak mampu menafsirkan seperti apa hatimu. Aku bingung bermain lakon bersama mu. Kadang aku berpikir, bagaimana seharusnya aku memandangmu. Engkau hadir sebagai sebagian jiwa yang hilang. Datang dari kesendirian yang menawarkan berjuta ketenangan dan ketentraman hidup. Hatimu begitu lembut dan lebih banyak bergelut dengan yang namanya rasa dibanding nalar.

Engkau tercipta dengan ‘istimewa’ dan memancarkan keindahan serapuh kelopak bunga. Itu yang ku ketahui dari indahnya pelangi sore itu di kaki bukit saat pertama ku mengenalmu. Lembut, kesan pertama yang ku tangkap; tak sepertiku.

“Apakah kau mau jadi temanku?”

Aku tak pernah mengetahui takdirku padamu, perempuan. Hanya saat ini aku ingin mengenalmu dalam bahasa yang lain; bukan sekedar pena ataupun sepi. Sisi ruang batin ini, ingin mewujudkan keinginan berbahasa dengan tutur kata yang lembut, sepertimu perempuan. Selama ini aku hanya mengenalmu dari alur-alur cerita yang kau jalani, aku duduk di barisan belakang balkon yang penuh sesak penonton yang mengelu-elukanmu, sepertinya.

Aku masih tertegun dengan hasratku sendiri; seolah tak mau tapi mau. Aku dibingungkan dengan rasa yang dahulu pernah ingin menjabat tanganku. Apakah ini yang dikatakan Bunda, bahwa suatu saat aku akan menemukan siapa perempuanku. Aku tak pernah tahu jika aku tak berani membuka topeng imaji ini, dan memperkenalkan diriku sebagaimana sejatinya.

Aku tak pernah menyangka bahwa begitu sulitnya aku melihatmu lebih dekat. Aku terdesak diantara kerumunan para penggemarmu. Inginku urungkan niat untuk sekedar menyapa. Jangankan menyapa, tersenyum saja begitu sulit bagiku. Aku menyerah, ku simpan saja niat ini dan biarlah waktu yang membawaku menemuimu.

“ Aku pulang padamu; sepi”

Iklan

Aksi

Information

8 responses

20 06 2008
azkaa,,

cieee.. tadi abis ngiter2 multiply, kayaknya tau deh siapa si perempuan itu.. gyahahaha.. 090909 nii? ups.. =P

bahasanya, beuuuuhhh.. *saya ampe baca berkali-kali, hha..

21 06 2008
annaphalisjavanica

Ehhhhmmmm,,,,Siapakah Dia??? Haruskah Kita Tanya GALILEO???Whehehehehe5,,,,
Sabar Kakak,,,Kalo Itu jodohnya Pasti Kakak Gak Bingung Lagi memahami,Karena DY tentu Sangat memahami Kakak^^
Per[t]empu[r]an,,,,,,
Per[t]em[p]u[ra[n,,,,,,,Tanda kurungnya ada 3,,,,
pertemuan,,,dan pertempuran Hati,,,,Ccciiieeeeeeeeeeeee^^

22 06 2008
perempuan « Hakuna Matata

[…] saja risaumu pada sang waktu, Mas. Karena jika perempuan itu juga berbahasa sepi, tidak mungkin ia tidak tahu. Kiranya hanya duga yang […]

22 06 2008
galigongli

@azkaa: ehmm…capek mba’? bis ngetir berapa keliling…
hayo coba tebak, siapa? kalo benar tak kasih hadiah deh..

@annaphalisjavanica: komentar pertama ; Panjang betul idnya dek!!
siapakah dia? insya Allah itu masih jadi rahasia Allah…tanya Galileo, kayaknya ga bisa!
Insya Allah sabar…pertemuan suatu saat pasti akan terjadi…
* sabar tetangga mu bukan dek?*
mulai deh ga nyambung, upss…dah malem

22 06 2008
azkaa,,

anak IE, kan? =P

22 06 2008
galigongli

@azkaa: Iya deh, emang anak IE kok…loh kok nanya gitu?
IE means IPB Fakultas E, mbae… 8)

22 06 2008
azkaa,,

Hehe. Salah yak? Jadi, anak kehutanan dunk ya?

22 06 2008
galigongli

Iya mbae, begitulah kira-kira…
knp jadi maen tebak-tebakan gini ya, emangnya di IE da yang mirip mukanya ato yang sama namanya, ya mbae…
wah boleh tuh di kenalin..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: