Dialog Kamoe & Akoe: Lelaki

9 06 2008

06.31 am I Februari di usianya yang belia

Dimana hari tak pernah sama dan tak pernah terulang

Wa’alaikumsalam, perempuan

Hati yang s’lalu bisa membuatku tersenyum ketika aku bangun dari tidurku. Doa ku, semoga kita masih mampu selangkah lagi berjalan menuju puncak mimpi yang telah kita bangun…

“Terima kasih atas cerita mu, hari ini…”

Entah apa yang harus aku katakan lagi. Kata-kata yang ku punya tak lagi mampu menjawab setiap pertanyaan dalam surat itu. Kini aku menyadari satu hal, bahwa s’lama ini aku melupakan seorang teman yang selalu berdoa untukku. Aku terlalu egois jika memandangmu tak menjadi lebih baik. Kau jauh lebih baik. Lebih dari apa yang aku inginkan, mungkin aku saja yang sulit untuk menerima perubahan itu.

Perempuan…,

Pengaturan ini tak pernah aku tahu sebelumnya dan sama halnya dengan mu aku juga terkadang ragu ”apakah aku bisa menjadi lebih baik untuk mu dan semua orang yang ada disisiku” !!

Perempuan,

Sejak ketulusan hatimu sanggup menerimaku, mengapa aku masih berpikir bahwa aku tak pernah bisa berubah? Aku salah. Sebab aku masih ada kau, Bunda bumi dan Ayahnda Langit, kedua saudaraku, dan keluargaku. Mereka semualah yang tetap membuatku bertahan dan berjuang untuk menjalani kehidupan ini.

“Tersenyumlah hati”

Bukankah senyum itu adalah bagian dari citramu yang indah dan mengagumkan…

“Menangislah hati”

Jika itu dapat membasuh tinta hitam yang aku tumpahkan di hati mu.

Ingin aku menangis ketika membaca surat ini, Aku… Sudah lah, aku tak sanggup menahannya. Mengalirlah air mataku sebab aku masih punya orang-orang yang akan menguatkanku.

Aku yakin, perubahan itu adalah bagian dari proses kehidupan. Tak ada yang menyangkalnya. Apakah kita siap untuk menerima setiap perubahan yang terjadi?

“Kita harus siap…”

Karna itu, yakin kan dirimu; perempuan dan jangan pernah menyerah bahwa apa yang telah kau lakukan adalah yang terbaik yang pernah kau lakukan…

GAPAI KEMBALI kepercayaan mu sebelum ia terbang jauh. Minta lah pada-Nya, untuk menguatkan sayap-sayapmu untuk menggapainya. Buat dirimu berbeda…Karna tak semua orang BISA melakukan apa yang kamu lakukan.

Ketidaknyaman…

Keputusasaan …

Ketidakpercayaan…

“Bukankah itu juga kita yang membuatnya menjadi nyata?”

Jika kau bertanya ”mengapa ini harus terjadi padaku?” Tak ada jawaban dari itu semua selain bahwa Allah sedang mengujimu, karna Allah menyayangimu…

“Yakinlah itu…”

“Menolong mu?“

Adakah suatu alasan aku bisa menolaknya? Andaikan adapun aku tak akan mendengarkannya. Aku ada dan hadir dalam hidupmu, itu lah jawaban dari resahmu. Aku tersenyum dan menangis, itu lah jawaban dari keraguanmu. Aku duduk dan mendengarkan, itu lah jawaban dari kesen-dirianmu. Dan aku tertidur dan memimpikanmu, itulah jawaban dari takdirku saat ini.

“Doa ?”

Apakah kita akan berhenti berdoa ketika kita penuh dengan keterbatasan? Aku akan terus berdoa hingga bibir ini tak lagi berair untuk mu dan orang-orang yang ku menyayangiku. Walaupun aku paham, doaku dan syukur ku tak seberapa…

“Terima kasih…”

Aku akan bersabar jauh dari sebelumnya. Dan aku akan terus melangkah walau tertatih. Sebab ada sebuah senyum yang selalu menyemangatiku.

“I DONT WANNA TO GIVE UP…”

Penggalan Epilog Aku & Perempuan I Sebuah Dialog Panjang yang Sepi

Iklan

Aksi

Information

5 responses

9 06 2008
azkaa,,

Aku ada dan hadir dalam hidupmu, itu lah jawaban dari resahmu. Aku tersenyum dan menangis, itu lah jawaban dari keraguanmu. Aku duduk dan mendengarkan, itu lah jawaban dari kesendirianmu. Dan aku tertidur dan memimpikanmu, itulah jawaban dari takdirku saat ini.

beuh. meleleh deh hati perempuan dikasih kata-kata begini. *mupeng*

9 06 2008
galigongli

@azka: 🙂 Hhuk…hhukk… bukan beuh tapi Bah mbae…cuma mimpi mbae, belum berani, berharap saat itu segera tiba…amin ya Rabb!

10 06 2008
lilamr

cie… si fei…
romantis banget dah…

hehehe

10 06 2008
weibullgamma

salam kenal
waw..bahasanya,…keren2…

12 06 2008
galigongli

@lilamar: ya ampyun kang, romance dimananya? si akang aja ni bacanya terlalu gimana gitu, jadi kesannya romance..:)

@gamma: sama-sama, salam kenal juga…ada apa dengan bahasanya? susah ya… wah maaf kalo begitu, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: