Sepi: My Beloved

12 05 2008

Menangis sendiri sungguh sangat menyedihkan
tapi akan lebih menyakitkan jika tak dapat merasakan bagaimana nikmatnya menangis…

ternyata sepi,
masih setia menungguku pulang padanya…
bahkan ia tak segan-segan memelukku dan berucap manis padaku,
seolah-olah ia tak pernah mengungkit masa lalu ketika aku meninggalkannya

Ia memang bisu, tak bisa berkata-kata manis..
tapi hatinya mampu menggetarkan isyarat bahwa ia sedang menantiku

aku menangis dipelukannya, dan ia menyeka air mataku seketika dan berkata,
“janganlah menangis lagi karena aku tak sanggup menatapnya, tersenyumlah karena itu membuatmu terlihat tampan..”

aku tersenyum malu dan hanya bisa mengucap
terima kasih

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: