BBM “Buru-Buru Mengantri”

23 05 2008

Ehmm…sebenarnya ini budaya bangsa yang patut dibiasakan di kalangan masyarakat negeri ini, tapi yang dimaksud di sini bukan itu.

Fenomena ini, jauh-jauh hari sebelum malam ini diumumkannya keputusan pemerintah tentang kenaikan harga BBM, di beberapa kota di negeri ini SPBU berubah menjadi tempat yang paling ramai diminati. Entah itu cuacanya sedang gerah-gerahnya bahkan kalo hujan sekalipun tetap aja orang-orang ini ga akan ngasih antrian buat yang lain. Ga peduli, siapa pun orangnya…mau naek mobil mewah, taxi, angkutan umum, mobil odong-odong, sampe motor butut pun bersedia ngatri berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Sebagian SPBU kewalahan melayani antrian panjang ini, ada juga yang tutup karena kehabisan stock BBM. Padahal suplai dari pihak pertamina tidak berkurang. apakah terjadi peningkatan jumlah kendaraan dalam waktu singkat atau mungkin ada indikasi penimbunan minyak besar-besaran? (ehhmmm…ini hanya bisa dilakukan oleh yang punya akses dan duit banyak)

BBM menjadi Langka, implikasinya harga kebutuhan pokok meningkat dan semuanya begitu memberatkan bagi masyarakat menengah ke bawah. BLT yang diberikan sebesar 100.000 per keluarga selama satu bulan sangat tidak manusiawi, tidak akan bisa mencukupi buat membeli makan 1 minggu. Trus 3 minggunya puasa.

Akhir dari segala puncak “BBM” ini adalah hari ini hingga pukul 00:00 besok pagi…
lucunya mungkin banyak para pengendara mobil atau motor yang akan pulang mendorong kendaraannya
karena antrian terlalu panjang dan bahan bakar kendaraan tidak mencukupi untuk pulang ke rumah.
kasihan…

ini ulah pemerintah yang tidak mensikapi dilema ini dengan baik dan ulah oknum2 tertentu yang memanfaatkan kondisi ini untuk memperoleh keuntungan pribadi semata…

Menyedihkan!!!

Iklan




BBM Akhirnya Naik 28,7%

23 05 2008

Akhirnya datang juga yang ditunggu-tunggu…

23/05/08
21:30 WIB
Pemerintah yang diwakili 10 Menteri negara mengumumkan kenaikan harga BBM dengan mengadakan konferensi pers kepada media massa di DepKeu RI. Pembacaan keputusan kenaikan BBM dibacakan oleh Menteri ESDM Bapak Purnomo Yusgiantoro. Penetapan harga baru BBM berlaku mulai pukul 00:00 tanggal 24 Mei 2008, dengan rincian sebagai berikut:

Besin Premium Rp.6000,-/liter
Solar Rp.5500,-/liter
Minyak Tanah Rp.2500,-/liter

Suasana :
Baik-baik saja tidak terlihat bersalah dan memang mereka pandai bersilat lidah

Fakta :
Dengan dinaikannya harga BBM (baik dunia maupun lokal), pemerintah memperoleh “rejeki nomplok” sebesar 41 M, namun subsidi yang diberikan hanya sebesar 9 M. Ini dikemukan langsung oleh MenKeu dalam konferensi tersebut.

Alasan utama kenaikan BBM adalah untuk mengurangi beban defisit APBN, gara-gara mensubsidi BBM. Padahal dalam nota anggaran keuangan negara di awal tahun menyebutkan bahwa “setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar 1 USD, maka negara untung 50 M” (gitu si kata orang2 parlemen), jadi secara finansial tidak ada alasan yang kuat untuk menaikan BBM.

Sebelum malam ini, ada 4 opsi pemerintah untuk menyikapi naiknya harga minya dunia…tapi alih2 mengkaji mana yang terbaik jadi bikin pusing, ya udah ambil langkah praktis aja…naikkan harga!!

Pertanyaan :
Kenapa bukan Bapak Presiden kita saja yang menyampaikan keputusan ini? emang susah ya apa malu karena melanggar janji sendiri? ga tau juga tu..lagi tidur kali

Kenapa tidak dijelaskan secara sederhana kemana selisih uang penerimaan dan subsidi itu di alokasikan?
Apakah ini adalah kenaikan harga yang terakhir atau ada lagi di tahun2 berikutnya? wah jadi berpikir yang ngga2

Apakah program-program kompensasi yang dilakukan cukup efektif bagi rakjat miskin dan menengah ke bawah? atau itu hanya indah saat diucapkan saja…
udah akh ga ngerti…

Tapi apa yang mau dikatakan…
Kita protes baik-baik ga digubris…
Kita protes yang anarkis juga ga boleh…
Kita protes ga makan juga ga dipedulikan…

Trus, gimana lagi caranya?





101 Hari Kebangkitan Nasional

21 05 2008

21 Mei 2008…
Hari ini memutar balik arah jarum waktunya ke satu dasa warsa lalu
Tragedi 3 hari yang mengoyak keperawanan orde baru
Sehingga meneteskan darah dan luka yang begitu dalam di benak
Mereka yang alfa dan tuli tentang sebuah jargon bernama “reformasi”

Namun, semua telah terjadi tapi tak akan pernah usai
karena benih reformasi yang terkandung dalam rahim para pewaris negeri
belum bisa diterima oleh lingkungan birokrasi
yang seolah-olah menyokong namun di sela waktu berpikir picik untuk menggugurkannya
Baca entri selengkapnya »





Bangkit itu..

21 05 2008

Bangkit itu Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Mencuri
Mencuri perhatian dunia
dengan segala prestasi bangsa

Bangkit itu Marah
Marah ketika martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu Takut
Takut korupsi
Takut memakan hak yang bukan miliknya

Bangkit itu Malu
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu Aku
Untukmu bangsaku

Disunting dari kata-kata Bang Deddy Mizwar I
Menghayati 1 abad Kebangkitan Nasional





Sepi: My Beloved

12 05 2008

Menangis sendiri sungguh sangat menyedihkan
tapi akan lebih menyakitkan jika tak dapat merasakan bagaimana nikmatnya menangis…

ternyata sepi,
masih setia menungguku pulang padanya…
bahkan ia tak segan-segan memelukku dan berucap manis padaku,
seolah-olah ia tak pernah mengungkit masa lalu ketika aku meninggalkannya

Ia memang bisu, tak bisa berkata-kata manis..
tapi hatinya mampu menggetarkan isyarat bahwa ia sedang menantiku

aku menangis dipelukannya, dan ia menyeka air mataku seketika dan berkata,
“janganlah menangis lagi karena aku tak sanggup menatapnya, tersenyumlah karena itu membuatmu terlihat tampan..”

aku tersenyum malu dan hanya bisa mengucap
terima kasih





Chairil Anwar Dalam Potret

12 05 2008

Biografi singkat tentang Chairil Anwar Chairil Anwar (Medan, 26 Juli 1922 — Jakarta, 28 April 1949) atau dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 dan puisi modern Indonesia.

Masa Kecil
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, yang bekerja sebagai pamongpraja. Dari pihak ibunya, Saleha dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. [1]

Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. [2] Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.[3]

Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Baca entri selengkapnya »





“Negara Impossible”

8 05 2008

Aku hanya bisa menggerutu basi
Mendengar janji-janji pembesar bangsa
Bukannya hati ini tambah sejuk
Malah bergolak mendidih panas

Radio butut bersorak serak
Aset publik kembali di spekulasi
Kenaikan BBM dikompensasi dengan BLT
Hore…teriak mereka dalam hati
Ada kesempatan menilep lagi guman tikus-tikus berdasi

Entah apa pantas Negeri ini disebut Negara
Sebut saja ladang garapan karna yang empunya tak mampu menggarap
Dimana kaki di injak tak lagi jadi harapan
Karna ia hanya sebatas janji yang menguap seiring masa

Negeri ini kaya akan minyak, tapi jadi importir
Negeri ini subur, juga jadi importir
Importir sepertinya predikat yang amat diminati para “negarawan”
Hajat hidup rakjat tergadaikan

Lantas, apakah engkau yang duduk di seberang sana masih meminta kami untuk bisa Mengerti?