Aku; cuma menunggu

23 01 2008

2.30 pm..

Hari ini, putaran waktuku agak sedikit kacau. Bayangkan saja, setengah hari ini ku habiskan hanya untuk terbuai di dunia lain, yang bernama tidur…
Sejak semalam mata ini menahan lelah, karena tugas akhir yang meminta ku untuk segera di selesaikan.

Aku bangun mendekati angka 11 siang, berantakan semua jadwalku pagi ini. Sudahlah ku pikir, tak ada gunanya menyesal. semua telah berlalu…

Bergegasku ke lantai 1 untuk mereguk nikmatnya kesegaran segayung air meski sudah sangat terlambat. Biarlah ku pikir, setidaknya aku masih jauh lebih beruntung jika boleh dibandingkan dengan saudara-saudaraku di negeri timur sana, sangat kekurangan air.

Hasrat ku selepas matahari bergeser sedikit ke arah barat, aku harus menebus salah yang ku perbuat pagi ini, aku harus menemui beliau untuk meminta maaf atas ketidakhadiran ku tadi pagi…

1.30 pm

…tik, tik, tik….
Detik kerap memanggilku untuk segera beranjak dari kemalasan yang sedari tadi merangkul pinggangku ini dengan mesra, aku masih di sini, di lorong bangunan segitiga bermuda, terdiam.

“Beliau sedang ada tamu!”, kata seorang wanita paruh baya, yang saat ini masih ku ingat senyuman nan ramah dari tutur katanya..
“Terima kasih Bu, biar saya tunggu saja..”

5 menit berlalu, dari pojok lorong bosan menghampiri ku, lalu menggoda bak rayuan nakal para wanita jalang di sepanjang jalan parung, bogor.

“aku benci menunggu…!”
“tapi itu harus, bersabar saja…!”

Arah mata ku alihkan pada tinta hitam pada kumpulan halaman buku Pramono malu sendiri, ku acuhkan saja bosan, biar ia lelah sendiri. Namun tetap saja telinga ini tak bisa jadi tuli oleh suara merdu, yang ku ketahui dari si seksi berbaju merah tepat di hadapanku.

“Sudah hampir satu jam loh…kok mas masih aja mau menunggu di sini. Ikut saya saja, kita jalan-jalan ke penjuru bermuda…!”

Ada benarnya juga ku pikir, sudah satu jam aku duduk terpaku disini, hanya untuk menunggu dan kembali menunggu. aku muak…

“Sabar, sabarlah hati yang gundah…keberuntungan akan segera di pihak mu…!”

Oke, aku tunggu sebentar lagi! gerutu ku..

Ponsel tua ku sedikit bermasalah, sepertinya…
ku tulis beberapa bait memo terkait dengan keberadaan ku di lorong ini, ku harap beliau yang ku tunggu membacanya…semoga

Nafsu ini ku tundukan kembali pada buku hitam “malu sendiri”, tak lagi peduli dengan rayuan-rayuan klasik, sampai saat itu akhirnya datang juga…

Beliau keluar dari pertapaannya, tapi seolah aku menghilang dalam dimensi waktu, tak terlihat. Akhirnya setelah bergulat dengan rasa takut, dinding waktu itu ku tembus. dan dengan sisa tenaga yang ada ku sapa beliau dengan suara parau yang kalut..

2.00 pm
Sebuah pelajaran yang berharga bagi ku hari ini…
kesabaran yang berbuah senyuman manis yang mengluluhkan terali durja yang mengurung nurani yang suci…

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: