Petuah

2 01 2008

“Saling mencintailah engkau, wahai anak Adam karena Allah

  dan berpisahlah hanya karena Allah”

  Sesungguhnya itu lebih baik bagimu…

-unknown-

Iklan




aKU ; AbukU gagu

2 01 2008

Tunggu abuku; sebentar

ia akan segera sampai

Ia pergi bersama angin senja kelabu; kemarin sore

Membawa surat dari jiwa yang gagu

Kataku sedang mengasihi diriku yang ‘gagu’; saat ini

Ia coba tuk membantu tapi…

siapa yang peduli?





Sekarang hanya sepi

2 01 2008

Sepi sama saja ‘mati’

                     Mati berarti ‘sepi’ ; sendiri

                             Sekarang hanya ada ‘sepi’ & ‘mati’

Sendiri…iya cuma sendiri





Aku; Segera Mati

2 01 2008

Januari di usia 21; tahun lalu

Untuk seorang sahabat,
yang pernah menangis untuk ku dalam setiap angan dan mimpinya…

“Maafkan aku! Aku akan segera mati”

Itu yang ku tangkap dari angin senja yang berhembus hari ini
Aroma getir kematian membuat urat nadiku berhenti berdenyut; sesaat
Mampu menghilangkan nafasku yang sisa separuh di paru
Membuat tubuhku menggigil di sela-sela pijar mentari
Membuat lidah tak lagi mampu berucap indah
Apalagi untuk bertutur maaf padamu

Baca entri selengkapnya »





Cukup bagiku 4jj1

2 01 2008

Ya 4jj aku rindu
Akan malam-malam bersama-Mu
Biar saja ku tumpahkan sluruh bening mataku pada-Mu
Karna hanya Engkau tempat ku mengadu

4jj, segala puji hanyalah milik-Mu
Tak ada mahluk yang pantas mendapatkannya
Tidak juga dia atau aku sekalipun
Hanya Engkau, iya hanya Engkau

Baca entri selengkapnya »





AKU; tanyakan pada dirimu

2 01 2008

“Bila langit dikatakan tak mendengar
  bagaimana bisa bumipun berbicara
  semua ada karna memang pernah ada
  ada jauh sebelum kamu berada"
  
  AKU...
  siapa AKU?
  adakah yang mengenal-Ku
  yang mengetahui rupa dan garis karakter Ku
  
  Kapan AKU akan menjadi kamu
  hanya AKU yang tahu kapan dan dimana
  tetapi kamu tak kan sanggup menjadi AKU
  Hingga semua menjadi tiada
  
  Ketika langit pensiun dan rehat sebentar
  bumipun berpijak dan bergeser
  menjabat semua benda langit
  hingga kembali pada yang tiada





Mulia vs Hina ?

2 01 2008

” Adapun manusia apabila Tuhan-nya Mengujinya lalu Dimuliakan-Nya dan Diberikan-Nya Kesenangan, maka dia berkata, “Tuhan-ku telah Memuliakanku”

” Adapun bila Tuhan-nya Mengujinya lalu Membatasi Rezekinya, maka dia berkata, “Tuhan-ku Menghinakan-ku”

(QS: Al-fajr 15-16)