Oh my God, please…jangan kau sakiti aku!! Aku mohon dengan kemurahan hatimu yang tersisa, biarkan aku bebas dan terbang menjejali mimpi-mimpi yang ku rengkuh di antara perut dan leherku. Ku mohon dengan sangat, jangan kau perlakukan aku seperti ini. Cukup…cukup!!! Sudah ku katakan berkali-kali dengan mu sambil mengemis selirik perhatianmu padaku. Tapi apa yang kau beri? Kau jagal aku dengan sadis tanpa belas kasihan sedikitpun, jangan kan merasa bersalah, kau justru seolah menikmati satu per satu bagian tubuh ini kau babat dengan brutalnya.
Tak ingatkah kau, siapa dirimu? Kau tak lebih dari seorang gembel tengik yang kemudian jadi preman pasar tanah abang karena kau ditakuti bukan dihormati. Konon untuk itu kau pula telah menjagal ribuan orang agar namamu didengar sangar. Lantas aku memungutmu dari rumah kardus yang nyaris rubuh ke kali, karna kau saat itu tampak berwibawa di depanku dengan dandanan badut borjouis. Saat itu kau begitu pandai menjilat seluruh tubuh ku, hingga aku merelakan hidupku padamu. Apalagi lidahmu yang amat pandai berjanji dan menyanjungku, serasa aku merasa melambung nun jauh di negeri impian. Penuh kedamaian, kebahagiaan dan cinta kasih!!
Ternyata…aku salah menilai mu. Kau sakit jiwa dan terlalu egosentris dengan obsesif hasrat yang tak terbendung untuk menjamah setiap lekuk tubuh ku…Kau Gila!!! Tapi kau tak tampak seperti orang gila kebanyakan. Bagaimana orang gila bisa punya duit bermilyar-milyar, gonta-ganti pacar, mobil dan apartement mewah, bahkan pulau..aku salah, kau tidak gila…tapi pembunuh berdarah dingin!!
Apakah kau mengerti bagaimana bau anyir darahku yang merah padam, saat aku mati-matian membelamu dari lawan main mu hingga nadir ini tak lagi berdenyut? Bisakah kau merasa mual dan muntah saat kau merampas makanan isi perutku secara perlahan? Pernahkan kau rasakan panasnya api yang kau sulut ke rambut-rambut yang ada di sekujur tubuhku dengan seolah tak sengaja…? Taukah sengsaranya aku saat akan meregang nyawa, saat kau lempar aku ke sana kemari meminta belas kasihan orang lain, karena hak hidupku telah kau rampas secara paksa…







Tak kira soal bosnia..
baiklah akan saya ambil hikmahnya aja.. *padahal ketakutan bacanya, hhu..
@irdix: iya mbak ini soal bosna nia :p
@azka: ehmm..ya maap, kalo dah biqin paranoid
tapi lagi gerah aja sich sama bos-bos di atas sana…peace ahkk^^
berat nich tulisannya…. 200 ton!!
Kak Feiii,,,,, Visit my weblog kak…..
duniaindahna.wordpress.com