Dia: Diam

22 06 2008

diam

Dia yang terdiam, hanya aku yang tahu kapan harus berakhir. Entah apa yang ingin ku sangkal antara “cinta” dan persahabatan. Dia yang terdiam, kemarin sempat tersenyum pada malam. Sebuah senyum yang penuh ketulusan nan lembut; hangat selayak senja yang bersahaja di kala petang.

Dia yang terdiam, membuat ku semakin paham akan dirinya. Sebuah hati yang terbentuk sangat indah oleh setiap penjelmaan kebaikan hidup. Dia yang terdiam; dalamnya tak terselam yang membuatku semakin tenggelam di dasar yang terdalam. Baca entri selengkapnya »





Ijinkan Aku Mengenalmu

22 06 2008

Dia: bagian rusuk kiriku yang patah: Tercipta dalam kelembutan namun begitu kokoh: Hadirmu melengkapi kehidupan ini: Meski terkadang hatimu yang lembut tercabik olehku: Namun slalu ada maaf dan senyum untuk ku; Lelaki

kupuAku mengenalmu layaknya rentang hidup sang kupu-kupu.Tak sampai sewindu hidupnya, ia tlah mati dengan membawa madu bersamanya. Aku ingin mengenalmu ibarat kumbang pada bunga, yang mengenalnya bukan pada yang tampak. Tapi apa yang ada didalamnya. Aku bermimpi lebih jauh mengenalmu. Sejauh bintang-bintang yang bertabur pada malam,yang terlihat dekat karna kilaunya. Namun kusadar ia begitu jauh tuk terjangkau.

Kini aku terlanjur sulit mengenalmu. Serumit aksara para ilmuwan tuk di pahami oleh nalar yang tak mampu memecahkan sandinya. Dan aku sadar bahwa aku cukup mengenalmu dari setiap analisis semuku akan setiap kosakata yang senantiasa bersembunyi di balik senyum dan sukamu. Sejak saat itu aku… Baca entri selengkapnya »