17.48 sore hari itu…
“aku berhenti mengenalmu dengan caraku; perempuan. Kunci kata telah kubuang di depan mu entah kemana. pertanda ego ku tidurkan…
Satu hal yang ku pahami bahwa selama ini aku hanya mengenalmu dengan caraku yang egoistik tanpa jiwa.Ku belajar darimu bagaimana engkau mengenalku. Satu yang ku harap aku bisa terus mengenalmu hingga waktu tak cukup untuk membuatku berhenti mengenalmu…”







hmmm…
suka puisi ternyata
@ghani: hmmm juga..
Insya Allah begitu, karena Allah telah memberikan kita syair dan syiar terindah di dunia dan di akhirat, yakni Al-Qur’an.