Oleh :
Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kauTak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalan
Dari kumpulannya terbuangBiar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjangLuka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih periDan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Pembangoenan,
No. 1, Th. I
10 Desember 1945







[...] AKU [...]
Puisi mencerita seseorang yg telah luka krn cinta. Dy tdak butuh materi n kekayaan brlimpah dy ingin memperbaiki kesalahanny n dy bs hidup tanpa orng yg dia cinta…
Menyintai orng yg salah…
[...] AKU [...]
[...] AKU [...]
[...] AKU [...]
[...] AKU [...]
[...] AKU [...]
[...] AKU [...]